Sang Kodok
Pada Zaman dahulu kala di negeri Antah Berantah, hiduplah suatu
kerajaan kodok yang luar biasa. Para kodok hidup dengan tenang dan
damai, dan semuanya bisa berbicara layaknya kita manusia. Pada suatu
hari sang raja kodok mengadakan suatu sayembara bagi seluruh
kodok-kodok jantan dinegeri itu. Sayembaranya adalah menentukan
siapa kodok jantan yang terkuat, yang harus dibuktikan dengan
mendaki gunung terjal di tebing kodok yang curam dan terdapat banyak
semak belukar serta bahaya. Sayembara pun segera ditempel dan
disebarluaskan di kerajaan kodok.
Setelah sayembara diluncurkan, banyak dari para kodok jantan
ingin membuktikan kepada negeri kodok dan sang raja bahwa merekalah
kodok terhebat, dan segeralah banyak yang mendaftar. Singkat cerita
bisa dikatakan hampir semua kodok jantan ambil bagian, sedangkan
yang segelintir lainnya hanya menjadi penonton karena mereka tidak
mau tampil menjadi yang terbaik.
Akhirnya pada hari yang ditentukan berkumpullah semua kodok-kodok
jantan dikaki gunung tersebut. Sang Raja Kodok juga langsung terjun
kelapangan untuk melihat bagaimana situasi perlombaan. Pistol
ditembakkan dan dengan segera beberapa kodok langsung mengambil
inisiatif untuk melompat sebagai yang pertama, beberapa kodok
terlihat menyusul, dan yang lainnya menyusul di belakang. Banyak
komentar yang diberikan oleh penonton, baik yang bersifat mendukung
maupun mencela. Bahkan terkadang ada yang mengatakan "Hai kodok buat
apa susah-susah naik ke atas sana, terlalu banyak kodok lain, nanti
kamu akan mati terinjak, lebih baik kamu turun".
Mendengar teriakan itu ada beberapa kodok yang kemudian
mengurungkan niatnya untuk naik dan segera turun. Terdengar lagi
teriakan dari para penonton "Turunlah wahai kodok ,kalian itu
terlalu naif untuk mau menjadi yang terkuat, sudah banyak korban
terpeleset di tebing curam itu dan mati, turunlah segera sebelum
kalian jadi korban". Beberapa kodok yang mendengar itu pun melihat
sekeliling mereka, dan kemudian tiba-2 saja mereka merasa takut
jatuh ke tebing curam tersebut, lalu tidak meneruskan perjalanan dan
turun kembali. Akhirnya 5 jam setelah perlombaan, mulai terlihat
beberapa calon pemenang. Beberapa merasa lelah dan berhenti disana.
Akhir cerita tinggallah satu kodok sebagai pemenang. Raja pun
menganugerahinya sebagai kodok jantan terkuat di negeri
tersebut.
Setelah turun sang kodok kemudian dihampiri oleh reporter
televisi kodok. Sang reporter bertanya kepada sang kodok "Pak Kodok,
selamat telah menjadi juara, apa rahasia anda untuk menjadi juara"
Kodok Juara hanya terdiam tidak menjawab. Repoter bertanya lagi ?
Pak Kodok kenapa anda bisa bertahan sampai diatas, padahal
teman-teman anda yang sudah diatas pun akhirnya turun, apa yang
membuat anda bertahan ? Sang kodok juara tetap terdiam.
Tiba-tiba teman sang kodok juara melihat itu, kemudian menghapiri
sang reporter dan bertanya รข€?Kenapa ada ribut-ribut ?" Repoter itu
menjawab ? Itu,baru jadi juara aja sombong, diberi pertanyaan tidak
mau ngasih komentar" Teman sang kodok juara dengan tenang menjawab
"Oh dia, Dia mah jangan ditanya..sebab dia itu kodok yang bisu tuli
!!!"
Reporter:"$^#$&^$&$&......"(Hening terdiam)
Renungan :
Apapun yang anda lakukan di dunia ini menurut anda yang terbaik
bagi anda ataupun bagi orang-orang yang anda cintai, lakukanlah itu.
Orang-orang disekeliling anda mungkin berniat baik ingin melarang
anda supaya anda tidak terluka atau dikecewakan karena kegagalan,
seperti para penonton yang menyarankan untuk segera turun supaya
tidak terluka dalam perlombaan. Tapi terkadang saran mereka malah
menghancurkan harapan kita.
Ambillah makna dari kodok yang bisu
tuli diatas, dimana anda tidak perlu mendengarkan saran orang lain
yang negatif, yang malah menghambat anda. Fokuslah kepada yang akan
anda raih dalam hidup ini, jangan menunda lagi, sebab kesempatan itu
hanya akan terlihat setelah kesempatan itu pergi.
Berjuanglah dan terus bermimpin untuk berhasil,karena sang kodok
juga berjuang untuk menjadi pemenang dan bermimpi mendapatkannya (NO
PAIN NO GAIN). Kita semua saling belajar dari kehidupan. Kegagalan
bukanlah batu sandungan, tapi itu hanyalah batu loncatan menuju
kesuksesan.
Sukses untuk anda !
#thank to infomotivasi